{"componentChunkName":"component---src-pages-blog-article-js","path":"/blog/InfoTania/Hama & Tanaman/mengenal-3-bahan-aktif-pestisida","result":{"data":{"thisArticle":{"title":"Mengenal 3 Bahan Aktif Pestisida","subtitle":"Pada artikel kali ini, Sobat Tania akan diperkenalkan kepada 3 bahan aktif yang sudah sering digunakan oleh para petani untuk membasmi hama yang dapat merusak tanaman.","content":"Bahan aktif pestisida merupakan bahan kimia yang terkandung di dalam cairan yang mampu mengendalikan atau membunuh hama penyakit. Bahan aktif pestisida saat ini pun sudah banyak terkandung di berbagai macam merek dagang yang bahkan diantaranya sudah sangat familiar digunakan para petani.\nDi antara berbagai macam bahan aktif pestisida, pada artikel kali ini, Sobat Tania akan diperkenalkan kepada 3 bahan aktif yang sudah sering digunakan oleh para petani untuk membasmi hama yang dapat merusak tanaman. Berikut adalah 3 bahan aktif pestisida beserta penjelasannya.\n\n### Abamektin\nBahan aktif abamektin merupakan salah satu bahan aktif yang paling dikenal di kalangan petani. Biasanya, para petani menggunakan bahan aktif abamektin sebagai usaha mengendalikan hama berupa kutu, ulat penghisap dan juga penggerek batang. Kutu-kutuan yang mampu dibasmi secara efektif oleh bahan aktif yang satu ini di antaranya adalah hama thrips, aphids, dan kutu kebul.\nBanyak merek dagang yang mengandung bahan aktif abamektin. Bahan aktif ini dipercaya memiliki efek **translaminar** (menembus masuk ke jaringan daun dan batang).\n### Imidakloprid\nBahan aktif imidakloprid diyakini mampu mengendalikan hama yang merusak tumbuhan seperti lalat buah, ulat, wereng, walang sangit dan juga hama kutu-kutuan. Bahan aktif yang satu ini juga bekerja secara translaminar. Keunggulan dari imidakloprid adalah ia ** cepat terserap oleh jaringan tumbuhan** sehingga tidak mudah tercuci oleh air hujan.\nMerek dagang dengan kandungan imidakloprid di dalamnya termasuk dalam bahan aktif pestisida yang banyak dicari oleh para petani. Bahan aktif imidakloprid juga bekerja secara sistemik yang dapat mengganggu sistem kerja saraf pusat dari serangga yang menjadi hama. Efek yang ditimbulkan bahkan bisa menyebabkan kerusakan saraf akut, kelumpuhan hingga kematian pada hama.\n### Profenofos\nProfenofos merupakan salah satu bahan aktif yang juga banyak diperjualbelikan di pasaran. Bahan aktif yang satu ini juga dipercaya efektif untuk memberantas serangan hama pada tumbuhan. Profenofos diklaim multifungsi karena dapat mengendalikan hama serangga, kutu-kutuan dan juga hama ulat.\nNamun, perlu Sobat Tania ketahui bahwa penggunaan bahan aktif profenofos yang berlebihan dikhawatirkan dapat merusak lingkungan. Profenofos banyak digunakan petani karena ia tidak menyebabkan resistensi pada serangga pengganggu tanaman.\n\nItulah 3 bahan aktif pestisida yang banyak digunakan oleh petani agar tumbuhan mereka terhindar dari OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Meski kegunaannya sangat efektif, kadar pemakaian bahan aktif juga perlu diperhatikan karena dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan ekosistem jika berlebihan.\nBagi Sobat Tania yang ingin tahu lebih banyak tentang hama dan penyakit, Sobat Tania bisa juga, lho memanfaatkan fitur ‘Identifikasi’ pada [Aplikasi Dokter Tania]( https://play.google.com/store/apps/details?id=com.taleus.drtania&hl=en&gl=US) untuk mengetahui jenis penyakit pada tanaman hanya dengan mengambil foto tanamannya. Semoga bermanfaat!\n\n\n\n","createdAt":"04 May 2021","cover_source":"Canetti from Getty Images","read_more":"- [Cara Penggunaan Pestisida Yang Benar](https://www.neurafarm.com/blog/InfoTania/Teknologi%20Pertanian/cara-penggunaan-pestisida-yang-benar) untuk mengetahui cara tepat menggunakan pestisida","contributor":null,"references":"- [Cita, Insan. Apa Itu Bahan Aktif Pestisida?](https://belajartani.com/apa-itu-bahan-aktif-pestisida/) diakses pada tanggal 2 April 2021 pukul 12:42\n- [Adrach. 2018. 4 Bahan Aktif Ampuh Mengendalikan/Membasmi Hama Thrips](https://agrotanicipanas.blogspot.com/2018/10/bahan-aktif-mengendalikan-membasmi-hama-thrips.html) diakses pada tanggal 2 April 2021 pukul 12:50\n- [Adharini, Ratih I., Suharno, & , Hartiko Hari. 2016. Pengaruh Kontaminasi Insektisida Profenofos terhadap Fisiologis Ikan Nila Merah (Oreochromis sp). Jurnal Manusia dan Lingkungan. Vol: 22(2). September 2016: 365-373](https://media.neliti.com/media/publications/117649-ID-none.pdf) diakses pada tanggal 2 April 2021 pukul 14:24\n","cover":[{"id":"60911a0eaed194001cea4f4a","url":"https://tania-cms-image.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/bahan_aktif_pestisida_506d52b489.jpg"}],"category":{"id":"5e70e4f27e9d8e0012b29ba4","category_name":"Hama & Tanaman"},"article_category":{"category_name":"InfoTania"}},"relatedArticles":{"edges":[{"node":{"id":"Articles_5eaf7cd03809c3001c96cdc7","title":"Virus Gemini, Virus Bikin Petani Pusing","subtitle":"Dalam dua dekade terakhir, virus ini telah menyebabkan kegagalan panen di daerah tropis. ","slug":"virus-gemini-virus-bikin-petani-pusing","cover":[{"id":"5edf91804f9056001cc9b636","url":"https://tania-cms-image.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/e1ddaa175bf446e7acdfaa268450d003.png"}],"category":{"category_name":"Hama & Tanaman"},"article_category":{"category_name":"InfoTania"},"published_date":"02 June 2020"}},{"node":{"id":"Articles_5f314cd6051e6e001cc7e94d","title":"Leafminer, Si Penggorok Daun","subtitle":"Yuk simak pembahasan hama yang sering menggangu tanaman sayuran Anda","slug":"leafminer-si-penggorok-daun","cover":[{"id":"5f314cb6051e6e001cc7e94c","url":"https://tania-cms-image.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/info_tania_web_leafminer_dec2790a33.jpeg"}],"category":{"category_name":"Hama & Tanaman"},"article_category":{"category_name":"InfoTania"},"published_date":"10 August 2020"}}]}},"pageContext":{"id":"Articles_60911ff4aed194001cea4f4c","slug":"mengenal-3-bahan-aktif-pestisida","tag":"Hama & Tanaman"}},"staticQueryHashes":[]}